Kenali Gejala Malaria Pada Anak, Ini Tindakan Pencegahan yang Perlu Dilakukan Orangtua!

Kenali gejala malaria pada anak merupakan hal penting yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh orangtua. Mengingat bahaya gejala malaria pada anak yang berujung pada kematian. 

Malaria pada menjadi kasus infeksi yang paling sering terjadi, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat dengan cara kenali gejala malaria pada anak

Sampai dengan saat ini gejala yang diperlihatkan oleh penyakit malaria terhadap anak-anak tergolong beragam, bahkan sebagian kondisi ada yang menunjukkan hampir sama dengan yang dialami orang dewasa.

Untuk itu, sebagai orang tua yang bijak sepatutnya mampu kenali gejala malaria pada anak¸ agar dapat mencegah terjadinya penyakit malaria yang menjadi ancaman bagi manusia.

Gejala Malaria pada Anak 

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkembangnya parasit plasmodium yang ditularkan oleh gigitan nyamuk jenis anopheles betina yang sudah terinfeksi.

Parasit yang sudah masuk ke tubuh manusia akan menuju ke hati, lalu menyerang sel darah merah yang fungsinya membawa oksigen. 

Parasit yang masuk ke sel darah merah akan berkembang biak hingga sel darah merah pecah. Selanjutnya, gejala akan muncul dalam 10-14 hari terhitung pasca gigitan nyamuk.

Tercatat setiap tahun, hampir ±290 juta orang terinfeksi malaria, sebagian besar diantaranya lebih dari 400 ribu orang meninggal. 

Adapun gejala paling umum terjadi seperti demam tinggi, menggigil, dan tubuh mengeluarkan banyak keringat. Untuk lebih tahu, mari kenali gejala malaria pada anak berikut:

  1. Nafsu makan turun drastis
  2. Sakit kepala berkelanjutan
  3. Mual dan muntah-muntah
  4. Rewel
  5. Punggung dan perut terasa nyeri
  6. Limpa membesar
  7. Kejang karena infeksi malaria sudah menyerang otak
  8. Demam meningkat dalam waktu 1 – 2 hari mencapai 40 derajat celcius.
  9. Badan menggigil namun berkeringat
  10. Nafas tidak teratur dan lebih cepat dari normal

Gejala akut lain yang mengindikasikan tubuh terserang malaria juga terjadi dalam beberapa kasus. Berdasarkan riset laboratorium Cleveland Clinic, gejala malaria juga mengganggu fungsi organ vital seperti:

  1. Kesadaran hilang bersamaan dengan demam tinggi
  2. Kejang semakin sering
  3. Pernafasan terganggu hingga dada terasa sesak
  4. Mengalami anemia akut
  5. Mengalami disfungsi organ vital
  6. Gejala gagal ginjal
  7. Kolapss kardiovaskular yang terjadi akibat gangguan jantung

Gejala-gejala di atas, akan membuat anak sulit tidur dan beberapa lainnya ada yang mengalami hipotermia. Di mana suhu tubuh anak akan lebih rendah dari biasanya, gejala ini terjadi pada anak yang usianya dibawah lima tahun. 

Tindakan Pencegahan yang Perlu Dilakukan Orangtua

Malaria, salah satu jenis penyakit serius yang mematikan dan berakibat fatal terutama bagi anak bayi dan balita. Oleh karenanya dengan kenali gejala malaria pada anak diharapkan sebagai orangtua dapat melakukan pencegahan secara tepat. 

  1. Jaga kebersihan rumah

Hal prioritas yang perlu dijaga di sekitar rumah ialah menghindari adanya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 

Sebagai tindakan pencegahan, gunakan bubuk abate yang ampuh membasmi sarang dan telur nyamuk disekitar kolam atau saluran air yang terbuka.

Hindari juga barang tidak berguna bertumpuk-tumpuk yang berpotensi mengundang nyamuk untuk bersarang.

  1. Pakai kelambu dan jaring anti nyamuk dibagian rumah tertentu

Kelambu dapat dimanfaatkan di tempat tidur anak, dan juga memasang jaring anti nyamuk khusus di pintu dan jendela kamar. Kedua benda tersebut diklaim dapat meminimalisir keberadaan nyamuk. 

  1. Gunakan pakaian warna terang dan cerah

Pakaian berwarna gelap terbukti dapat menarik perhatian nyamuk untuk dating. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan warna pakaian yang terang untuk mengurangi serangan nyamuk. 

  1. Jadwalkan fumigasi secara berjangka

Fumigasi atau pengasapan yang berfungsi membasmi hama perlu dilakukan, jika disekitar rumah memang banyak sumber genangan air yang berpotensi menimbulkan malaria. 

  1. Gunakan minyak herbal Jawa Tupitu

Salah satu varian minyak herbal Jawa Tupitu yang dapat digunakan untuk mencegah gigitan nyamuk pada anak adalah varian Lemongrass atau serai.

Ekstrak serai memiliki kandungan citronella. Dari hasil uji laboratorium, terbukti citronella berkhasiat untuk membunuh serangga dan aromanya yang tidak disukai seranggi. Banyak yang menjadikan serai sebagai bahan penangkal nyamuk. 

Minyak herbal Jawa Tupitu aman digunakan oleh anak-anak, baik itu bayi maupun balita. Cara pemakaiannya juga mudah, dapat dibalurkan ke seluruh bagian tubuh anak ketika akan bermain di area terbuka atau juga sebagai aromaterapi dalam ruangan tertutup. 

Dengan kenali gejala malaria pada anak maka dapat dengan mudah menentukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi terjadinya penyakit ini di keluarga tercinta. Pastikan juga selalu menyediakan dan membawa minyak herbal Jawa Tupitu untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Khasiat Minyak Herbal Jawa Tupitu

Minyak Herbal Jawa TUPITU merupakan minyak herbal yang terbuat dari beragam tanaman rempah herbal yang diracik secara khusus. Sehingga menghasilkan minyak herbal Jawa yang bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan dan memberikan berbagai manfaat kesehatan, serta nyaman untuk digunakan sehari-hari tanpa efek samping. 

Minyak herbal Jawa Tupitu ini tentu menjadi aman digunakan untuk bayi, anak-anak, orang dewasa, lanjut usia, ibu hamil maupun menyusui.

Selain itu minyak Herbal Jawa TUPITU juga dapat dijadikan sebagai minyak aromatherapy yang memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Minyak Herbal Jawa ini hadir dalam 7 Varian: Sandal Wood, Agar Wood, Jasmine, Eucalyptus, Arabian Oud, Lemongrass, dan Lavender.

Office: Jl. Jambon, Nusupan RT.001/ RW. 028, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Whatsapp: +628811-2634-077 .
Temui kami di Instagram @tupitustore dan marketplace https://shopee.co.id/tupitustorehttps://www.tokopedia.com/tupitu-store .***

(/TAW.)

×

Halo, Ada Yang Bisa Kami Bantu?

 

Tekan tombol dibawah untuk chat Admin Tupitu

× Tanya Langsung Sama Admin